Cara Mencuci Pakaian Olahraga/Gym Agar Tidak Bau Meski Sering Dipakai

Pakaian olahraga memang dirancang untuk mendukung aktivitas yang menghasilkan banyak keringat. Bahannya biasanya ringan, elastis, dan cepat kering. Namun, jenis bahan seperti ini juga bisa menyimpan bau jika tidak dicuci dengan cara yang tepat.

Masalahnya, bau pada pakaian gym kadang tetap terasa meskipun sudah dicuci. Hal ini bisa terjadi karena keringat, minyak tubuh, dan residu produk pencuci menumpuk di serat kain. Agar pakaian tetap segar meski sering dipakai, cara mencuci dan menanganinya setelah olahraga perlu diperhatikan.

Kenapa Baju Olahraga Lebih Mudah Bau?

Pakaian olahraga lebih sering bersentuhan langsung dengan keringat. Saat digunakan untuk lari, gym, futsal, atau aktivitas fisik lainnya, kain menyerap campuran keringat, minyak tubuh, dan kotoran dari kulit.

Jika pakaian langsung dimasukkan ke tas atau keranjang cucian dalam keadaan basah, kondisi lembap dapat membuat bau semakin kuat. Beberapa bahan sintetis juga cenderung menahan minyak tubuh lebih lama dibanding kain seperti katun.

Selain itu, bau bisa muncul karena beberapa kebiasaan berikut:

  • Pakaian dibiarkan terlalu lama setelah dipakai.
  • Baju gym langsung dimasukkan ke tas tertutup.
  • Detergen digunakan terlalu banyak.
  • Pelembut pakaian digunakan berlebihan.
  • Pakaian tidak dibilas sampai benar-benar bersih.
  • Baju masih lembap ketika dilipat atau disimpan.

 

Karena itu, menjaga pakaian olahraga tetap segar perlu dimulai sejak pakaian selesai digunakan.

Cara Mencuci Pakaian Olahraga Agar Tidak Bau

Cara Mencuci Pakaian Olahraga Agar Tidak Bau

Pakaian olahraga perlu dicuci dengan cara yang sedikit berbeda dari pakaian biasa karena lebih sering terkena keringat dan digunakan untuk aktivitas intens. Agar tidak meninggalkan bau meski sering dipakai, perhatikan beberapa langkah berikut.

1. Jangan Biarkan Baju Gym Terlalu Lama Setelah Dipakai

Setelah selesai olahraga, jangan membiarkan pakaian basah berada terlalu lama di dalam tas. Segera keluarkan dan angin-anginkan jika belum bisa langsung mencucinya.

Pakaian yang tetap terlipat dalam kondisi lembap akan lebih mudah menimbulkan bau tidak sedap. Jika Anda pulang beberapa jam setelah berolahraga, sebaiknya gantung pakaian terlebih dahulu agar kelembapannya berkurang.

Langkah sederhana ini cukup membantu mencegah bau menjadi semakin kuat.

2. Balik Pakaian Sebelum Dicuci

Bagian dalam baju olahraga biasanya paling banyak terkena keringat, minyak tubuh, dan residu deodorant. Karena itu, membalik pakaian sebelum dicuci dapat membantu air dan detergen bekerja lebih langsung pada bagian yang paling kotor.

Cara ini juga membantu melindungi bagian luar pakaian, terutama jika terdapat sablon, logo, atau motif tertentu.

Untuk celana olahraga, pastikan juga bagian pinggang dan sisi dalam ikut dibersihkan dengan baik karena area tersebut sering menyimpan banyak keringat.

3. Pisahkan dari Pakaian yang Sangat Kotor

Baju olahraga sebaiknya tidak selalu dicampur dengan semua jenis pakaian. Hindari mencampurkannya dengan jeans, handuk sangat kotor, pakaian berlumpur, atau pakaian dengan aksesori keras.

Gesekan dengan bahan yang lebih kasar dapat mempercepat kerusakan serat pakaian olahraga. Selain itu, kotoran dari pakaian lain juga bisa membuat proses pencucian kurang optimal.

Jika jumlah pakaian gym cukup banyak, mencucinya dalam satu kelompok tersendiri bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

4. Gunakan Detergen Secukupnya

Menggunakan detergen lebih banyak tidak selalu membuat pakaian olahraga menjadi lebih bersih. Justru, residu detergen yang tidak terbilas sempurna dapat tertinggal di dalam serat kain.

Residu tersebut bisa membuat pakaian terasa kurang segar dan dalam beberapa kondisi justru menahan bau.

Gunakan detergen sesuai jumlah pakaian dan petunjuk penggunaan. Untuk pakaian olahraga yang tidak terlalu kotor secara visual tetapi banyak terkena keringat, proses pembilasan yang baik lebih penting daripada menambahkan terlalu banyak sabun.

5. Hindari Terlalu Banyak Pelembut Pakaian

Pelembut memang dapat membuat pakaian terasa lebih harum dan lembut, tetapi penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan pada pakaian olahraga.

Pada sebagian bahan sintetis, pelembut dapat meninggalkan lapisan pada serat kain. Jika digunakan terus-menerus, lapisan tersebut bisa membuat keringat, minyak tubuh, dan bau lebih sulit terangkat saat dicuci.

Gunakan seperlunya atau ikuti petunjuk pada label pakaian. Untuk pakaian olahraga dengan bahan khusus, ada baiknya memeriksa apakah produsen merekomendasikan penggunaan pelembut atau tidak.

6. Bilas Sampai Benar-Benar Bersih

Pembilasan adalah bagian penting dalam mencuci pakaian olahraga. Pastikan tidak ada sisa detergen yang masih menempel.

Jika setelah dibilas kain masih terasa licin atau terlalu banyak busa, lakukan pembilasan tambahan. Hal ini terutama penting jika Anda mencuci dalam jumlah banyak atau sebelumnya menggunakan detergen cukup banyak.

Pakaian yang benar-benar bersih dari residu biasanya terasa lebih segar setelah kering.

7. Segera Keringkan Setelah Dicuci

Setelah proses mencuci selesai, jangan meninggalkan pakaian olahraga terlalu lama di dalam mesin cuci dalam kondisi basah.

Segera keluarkan dan jemur di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Untuk beberapa jenis pakaian olahraga, sebaiknya hindari panas berlebihan atau sinar matahari terlalu terik dalam waktu lama agar elastisitas dan warna kain lebih terjaga.

Pastikan seluruh bagian pakaian benar-benar kering sebelum dilipat. Area pinggang, lapisan dalam, dan bagian yang lebih tebal perlu diperiksa karena terkadang masih menyimpan kelembapan.

Bagaimana Jika Bau Keringat Sudah Membandel?

Ada kalanya pakaian olahraga tetap berbau meskipun sudah dicuci. Hal ini biasanya terjadi ketika pakaian terlalu lama dibiarkan dalam kondisi lembap atau residu keringat sudah menumpuk di serat kain.

Jika ini terjadi, Anda bisa mencuci ulang dengan fokus pada bagian yang paling sering terkena keringat. Gunakan detergen secukupnya dan pastikan proses pembilasan dilakukan sampai benar-benar bersih.

Hindari mencoba terlalu banyak bahan pembersih sekaligus karena belum tentu sesuai dengan jenis kain olahraga. Untuk bahan tertentu, perlakuan yang terlalu keras justru bisa merusak elastisitas atau permukaan kain.

Jika pakaian harus segera digunakan kembali sementara Anda tidak sempat mencuci dan mengeringkannya sendiri, menggunakan layanan laundry express malang bisa menjadi alternatif bagi Anda yang berada di Malang. Layanan express lebih praktis untuk pakaian olahraga yang perlu cepat kembali bersih dan siap digunakan, terutama ketika jadwal latihan cukup padat.

Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Setelah Olahraga

Selain mencuci dengan cara yang tepat, beberapa kebiasaan berikut juga sebaiknya dihindari:

  • Membiarkan pakaian basah di dalam tas gym. Kondisi lembap membuat bau semakin kuat.
  • Menumpuk pakaian berkeringat selama berhari-hari. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit aromanya dihilangkan.
  • Menyemprot parfum untuk menutupi bau. Parfum hanya menutupi aroma sementara, bukan membersihkan sumber bau.
  • Menggunakan detergen secara berlebihan. Residu sabun justru bisa tertinggal pada kain.
  • Menggunakan pelembut terlalu banyak. Pada beberapa bahan olahraga, residunya dapat menumpuk.
  • Menyimpan pakaian sebelum benar-benar kering. Kelembapan dapat memicu bau apek.
  • Memakai kembali baju gym yang belum dicuci. Keringat dan minyak tubuh yang menumpuk akan membuat bau semakin sulit hilang.

 

Pakaian olahraga yang sering digunakan tetap bisa terasa segar jika ditangani dengan benar sejak selesai dipakai. Jangan membiarkan baju berkeringat terlalu lama di dalam tas, balik pakaian sebelum dicuci, gunakan detergen secukupnya, dan pastikan proses pembilasan serta pengeringan dilakukan sampai benar-benar selesai.

Kunci utamanya bukan mencuci dengan sebanyak mungkin sabun, tetapi memastikan keringat, minyak tubuh, dan residu tidak terus menumpuk pada serat kain. Dengan kebiasaan perawatan yang tepat, pakaian gym bisa tetap nyaman digunakan meskipun dipakai secara rutin.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp